Skip to content

GURU59 📚 Ketika Materi Sulit Diikuti, Apa yang Bisa Ditinjau dari Cara Mengajarnya? Hubungan Tujuan, Contoh, dan Aktivitas Kelas Membantu Memetakan Alur Belajar dengan Lebih Jelas

By guru59

Before you buy

  • Review the item preview
  • Check software compatibility
  • Read the license terms
  • Check the included files
Already have an account? Sign in
Sign in

Product details

Ketika materi sulit diikuti, meninjau cara mengajarnya dapat dimulai dari hubungan antara tiga hal: tujuan yang hendak dicapai, contoh yang menerangkan tuntutannya, dan aktivitas yang meminta peserta didik berlatih. Ketiganya memberi peta untuk melihat bagian mana yang sudah jelas dan bagian mana yang perlu diperiksa kembali.

GURU59: Meninjau alur tujuan, contoh, dan aktivitas

Dalam pembelajaran, tujuan lebih berguna sebagai penunjuk arah daripada sekadar daftar materi. Periksa tindakan yang diharapkan dari peserta didik: apakah mereka diminta menjelaskan, membandingkan, memilih, atau menyusun sesuatu? Rumusan seperti "mempelajari sebuah teks" belum menunjukkan pekerjaan apa yang perlu dilakukan. Rumusan "menjelaskan alasan di balik suatu pilihan dalam teks", misalnya, memberi petunjuk yang lebih konkret untuk memilih contoh dan aktivitas.

Contoh perlu memperjelas tuntutan tujuan

Contoh yang dipakai dalam pelajaran sebaiknya berkaitan dengan cara berpikir atau hasil kerja yang diminta oleh tujuan. Jika tujuan meminta penjelasan, contoh dapat memperlihatkan bagaimana sebuah jawaban disusun dan alasan yang mendukungnya. Jika contoh hanya menampilkan jawaban akhir, sementara aktivitas meminta peserta didik menjelaskan prosesnya, hubungan antara keduanya mungkin belum cukup jelas.

Ilustrasi hipotetis: tujuan sebuah pelajaran adalah agar peserta didik dapat menjelaskan alasan di balik pilihan tokoh dalam cerita. Contoh dari guru dapat menunjukkan cara menghubungkan pilihan tokoh dengan petunjuk dalam teks. Aktivitas berikutnya lalu meminta peserta didik mencoba penalaran serupa pada bagian lain. Ilustrasi ini bukan resep tunggal; gunanya menunjukkan bahwa contoh dan aktivitas dapat diperiksa berdasarkan tuntutan tujuan yang sama.

Aktivitas perlu memberi kesempatan menunjukkan tujuan

Pembelajaran dipahami sebagai interaksi antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar; salah satu rumusan tentang pembelajaran juga menekankan aktivitas yang diarahkan pada tujuan [1]. Dengan sudut pandang itu, menilai alur mengajar tidak cukup dengan melihat apakah suatu kegiatan sudah dilakukan. Pertanyaan yang lebih terarah ialah apakah peserta didik diminta melakukan hal yang sesuai dengan tujuan.

Pembelajaran sendiri tidak diamati secara langsung; keberadaannya disimpulkan dari perubahan perilaku, reaksi, atau respons setelah pengalaman belajar [1]. Sebagai pertimbangan perencanaan, ini membuat respons peserta didik penting diperiksa: apakah pertanyaan, tugas, atau hasil kerja yang diminta memberi petunjuk tentang kemampuan yang dituju? Kegiatan yang ramai atau lembar kerja yang terisi belum tentu menjawab pertanyaan itu jika tugasnya tidak sejalan dengan tujuan.

Tiga titik untuk memeriksa bagian yang belum jelas

  • Tujuan: kemampuan atau tindakan apa yang diharapkan dari peserta didik?
  • Contoh: bagian mana yang memperlihatkan tuntutan tujuan tersebut?
  • Aktivitas: apa yang diminta peserta didik lakukan, dan apakah itu searah dengan tujuan?

Jika materi sulit diikuti, ketiga pertanyaan itu membantu memetakan alur tanpa buru-buru menyimpulkan penyebabnya. Ketidakselarasan mungkin ada pada tujuan yang terlalu umum, contoh yang belum menunjukkan cara kerja, atau aktivitas yang meminta hal berbeda. Meninjau hubungan antarbagian membuat perubahan pengajaran lebih terarah: jelas apa yang perlu diperjelas, dan apa yang sebaiknya tetap dipertahankan.

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Pembelajaran. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28455486&title=Pembelajaran (diakses 2026-10-17).